Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada (DSDM UGM) menyelenggarakan Webinar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi bagi Dosen dan Tenaga Kependidikan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Kegiatan dilaksanakan secara daring selama dua hari, yaitu pada 8 Juli 2026 untuk dosen dan 9 Juli 2026 untuk tenaga kependidikan UGM.
Webinar ini menjadi wujud komitmen UGM dalam memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai kebijakan, mekanisme pencegahan, serta prosedur penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami regulasi yang berlaku, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan untuk berperan aktif dalam menciptakan budaya kampus yang saling menghormati, melindungi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pada hari pertama, Rabu (8/7), hadir dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Prof. Dra. Raden Ajeng Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. selaku ketua satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual UGM menyampaikan materi mengenai Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi. Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya membangun kesadaran seluruh sivitas akademika terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual, faktor risiko, serta strategi pencegahan yang harus menjadi tanggung jawab bersama. Selain itu, beliau menegaskan bahwa terciptanya lingkungan belajar dan bekerja yang aman memerlukan komitmen kolektif dari seluruh warga kampus untuk saling menghormati hak, martabat, dan integritas setiap individu.
Selanjutnya, dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. menyampaikan materi mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Kasus Kekerasan Seksual. Beliau menjelaskan tahapan penanganan laporan mulai dari penerimaan pengaduan, proses verifikasi, pendampingan korban, pemeriksaan, hingga tindak lanjut penyelesaian kasus. Penjelasan tersebut memberikan gambaran yang komprehensif kepada peserta mengenai mekanisme penanganan yang mengedepankan prinsip kerahasiaan, perlindungan korban, keadilan, serta penghormatan terhadap hak seluruh pihak yang terlibat.
Pada hari kedua, Kamis (9/7), webinar diikuti oleh tenaga kependidikan UGM dengan menghadirkan dr. Bagas Suryo Bintoro, Ph.D. dan Dr. Nurhadi Susanto, S.H., M.Hum. sebagai narasumber. Kedua narasumber menjelaskan kebijakan, mekanisme, dan tata cara pencegahan serta penanganan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Materi juga membahas peran tenaga kependidikan sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan yang profesional, menjaga kerahasiaan korban, serta mendukung implementasi kebijakan universitas dalam mewujudkan kampus yang aman dan inklusif.
Melalui penyelenggaraan webinar ini, DSDM UGM berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang semakin komprehensif mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual, memahami mekanisme pelaporan dan penanganannya, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan lingkungan kerja dan pembelajaran yang aman, sehat, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual. (DSDM/Adi).

