Sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan laboratorium di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) UGM menyelenggarakan Pelatihan Laboran Tingkat Terampil Mahir Level 2 pada 13–20 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 106 tenaga kependidikan yang menduduki jabatan fungsional laboran dari berbagai fakultas, sekolah, dan unit kerja di lingkungan UGM.
Pelatihan dibuka oleh Sekretaris Direktorat Sumber Daya Manusia UGM, Endri Heriyanto, S.H., M.Kn. Dalam sambutannya, Endri menegaskan bahwa laboratorium merupakan salah satu infrastruktur akademik yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, laboran sebagai pengelola laboratorium dituntut memiliki kompetensi yang terus berkembang sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, serta tuntutan penerapan standar mutu dan keselamatan kerja.
Ia menambahkan bahwa kompetensi tersebut menjadi fondasi penting bagi laboran dalam menjaga kualitas layanan laboratorium sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan memenuhi standar yang berlaku. Laboran tidak hanya berperan sebagai operator peralatan laboratorium, tetapi juga sebagai mitra akademik yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik keilmuan masing-masing, pelatihan dibagi ke dalam tujuh bidang, yaitu Biologi, Fisika, Kimia, Human Biomedis, Komputer, Listrik, dan Mesin. Melalui pembagian tersebut, peserta memperoleh materi yang lebih spesifik sesuai dengan bidang laboratorium tempat mereka bertugas sehingga kompetensi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Materi pada setiap bidang disampaikan oleh Tim Pengajar Laboran UGM yang berasal dari masing-masing bidang keilmuan. Para narasumber membagikan pengalaman, praktik terbaik, serta perkembangan teknologi laboratorium yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan laboratorium modern. Selain penyampaian materi secara klasikal, peserta juga mengikuti diskusi, studi kasus, praktik, dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan laboratorium.
Para peserta mendapatkan penguatan kompetensi mulai dari penyusunan SOP laboratorium, pengoperasian dan pemeliharaan peralatan, penggunaan bahan laboratorium secara aman, teknik pengujian dan kalibrasi, pengelolaan material dan limbah laboratorium, hingga penerapan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta mitigasi risiko dalam aktivitas laboratorium. Seluruh materi dirancang untuk mendukung peningkatan kompetensi jabatan fungsional laboran sekaligus memperkuat tata kelola laboratorium yang memenuhi standar mutu.
Melalui pelatihan ini, Direktorat Sumber Daya Manusia UGM berharap para laboran mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di unit kerja masing-masing. Peningkatan kompetensi laboran diharapkan akan memperkuat kualitas layanan laboratorium sebagai pusat pembelajaran dan riset, sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola laboratorium UGM yang profesional, aman, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (DSDM/Adi).

