Direktorat Sumber Daya Manusia (DSDM) Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Sosialisasi Beasiswa Co-Funding Tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen pengembangan kapasitas sumber daya manusia UGM melalui skema pendanaan kolaboratif bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sosialisasi ini dilaksanakan secara daring pada 21 Februari 2026 dan dihadiri 143 dosen berbagai fakultas dan sekolah di lingkungan UGM yang antusias untuk memperoleh informasi terkait peluang studi lanjut melalui skema pendanaan kolaboratif..
Kegiatan sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Direktur DSDM UGM, Prof. Suadi. Dalam sambutannya, Prof. Suadi menegaskan bahwa program co-funding menjadi salah satu strategi penting dalam memperluas akses studi lanjut bagi dosen. “Di UGM rata-rata merekrut dosen tetap setiap tahun 150 sampai 200 dosen baru, dari pengalaman 3 tahun terakhir kami menargetkan seluruhnya doktor tetapi belum bisa kesampaian,” ungkapnya. Beliau juga mendorong dosen atau asisten akademik untuk memanfaatkan peluang ini secara optimal dengan mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek akademik, administratif, maupun kesiapan personal.
Hadir sebagai narasumber utama, Direktur Beasiswa LPDP, Bapak Dwi Larso yang memaparkan secara komprehensif mengenai kebijakan, skema pendanaan, serta mekanisme seleksi Beasiswa Co-Funding Tahun 2026. Beliau menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk memperkuat sinergi antara LPDP dan perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas SDM nasional. “Melalui skema co-funding, LPDP bersama perguruan tinggi mitra berbagi peran dalam pembiayaan pendidikan, sehingga semakin banyak talenta potensial yang dapat melanjutkan studi pada program magister maupun doktor di luar negeri,” jelasnya. Dalam sesi sosialisasi, peserta memperoleh informasi rinci mengenai universitas mana saja yang bekerjasama dalam pendaftaran Beasiswa Co-Funding 2026.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan pada sesi diskusi interaktif, terutama terkait strategi meningkatkan daya saing dalam seleksi serta peluang studi pada perguruan tinggi mitra luar negeri.
Melalui kegiatan ini, DSDM UGM berharap semakin banyak dosen dan asisten akademik yang melanjutkan studi guna memperkuat kapasitas akademik, kepemimpinan, dan kontribusi institusi di tingkat nasional maupun internasional. Program Beasiswa Co-Funding 2026 menjadi wujud nyata komitmen UGM dalam membangun SDM unggul yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada kebermanfaatan bagi bangsa. (DSDM/Adi).

