Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada (DSDM UGM) menyelenggarakan Webinar “Berpikir Kritis di Era Informasi dan Kecerdasan Artifisial: Bernalar Kritis, Bertindak Bijak, Mengambil Keputusan Tepat” pada Kamis, 13 Agustus 2026. Webinar menghadirkan Prof. Dr. Ridi Ferdiana, S.T., M.T. sebagai narasumber dan diikuti oleh 320 peserta.
Webinar ini menjadi wadah bagi dosen dan tenaga kependidikan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi serta perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI). Kemudahan dalam memperoleh dan menghasilkan informasi melalui AI perlu diimbangi dengan kemampuan untuk menilai informasi secara cermat, memahami konteks, serta mengambil keputusan secara tepat.
Dalam pemaparannya, Prof. Ridi Ferdiana menekankan bahwa berpikir kritis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menganalisis informasi, tetapi juga bagaimana seseorang mampu merespons perubahan secara adaptif. Berpikir kritis perlu dilakukan secara agile, lean, dan dengan pendekatan system thinking. Pendekatan agile menekankan kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Sementara itu, pendekatan lean mendorong seseorang untuk berfokus pada hal-hal yang memberikan nilai dan menghindari proses yang tidak diperlukan. Sedangkan system thinking membantu melihat suatu persoalan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan hubungan antara berbagai unsur yang saling mempengaruhi.
Di era kecerdasan artifisial, ketiga pendekatan tersebut menjadi semakin relevan. Teknologi AI dapat membantu mempercepat proses pencarian, pengolahan, dan penyusunan informasi, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan penilaian manusia. Oleh karena itu, pengguna AI perlu memastikan informasi yang diperoleh memiliki dasar yang dapat dipercaya, sesuai konteks, dan tidak diterima begitu saja tanpa proses verifikasi. Kemampuan berpikir kritis juga penting dalam menghadapi berbagai bentuk informasi di ruang digital, termasuk informasi yang belum terverifikasi, bias, maupun konten yang dihasilkan oleh AI. Dengan kemampuan bernalar secara kritis, civitas akademika diharapkan dapat menggunakan teknologi secara bijak sekaligus menjaga kualitas keputusan yang diambil.
Melalui webinar ini, UGM mendorong penguatan budaya berpikir kritis sebagai bagian dari pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Kemampuan untuk bernalar kritis, bertindak bijak, dan mengambil keputusan tepat menjadi semakin penting agar pemanfaatan informasi dan kecerdasan artifisial dapat memberikan nilai positif bagi pekerjaan, pembelajaran, maupun pengembangan organisasi. (DSDM/Adi).

