Direktorat Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada (DSDM UGM) menyelenggarakan Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi dosen yang dilaksanakan secara daring pada 4 Maret 2026 dan diikuti oleh 144 dosen dari berbagai fakultas dan unit kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen dalam memberikan dukungan awal terhadap individu yang mengalami tekanan psikologis, baik di lingkungan akademik maupun sosial.
Pelatihan menghadirkan narasumber Diana Setiyawati, S.Psi., M.H.Sc., Ph.D., Psikolog, beliau membuka sesi dengan diskusi mendalam mengenai isu kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur pendamping yang seringkali menjadi tempat pertama mahasiswa menyampaikan persoalan pribadi maupun akademik.
Diskusi awal difokuskan pada meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, faktor risiko stres di kalangan mahasiswa dan dosen, serta pentingnya menciptakan lingkungan akademik yang suportif dan empatik. Peserta diajak memahami tanda-tanda awal stress psikologis dan bagaimana meresponnya secara tepat.
Pada sesi inti, narasumber menjelaskan pengertian dan konsep P3LP (Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis) atau Psychological First Aid, yaitu pendekatan dukungan awal yang diberikan kepada individu yang mengalami situasi krisis atau tekanan emosional. PFA bukanlah terapi, melainkan keterampilan dasar untuk mendengarkan secara aktif dan empatik, memberikan rasa aman dan nyaman, membantu individu mengidentifikasi kebutuhan mendesak, menghubungkan dengan layanan profesional bila diperlukan.
Melalui pelatihan ini, para dosen dibekali pemahaman praktis tentang prinsip Look, Listen, and Link dalam PFA, serta strategi komunikasi yang sensitif dan tidak menghakimi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab dan diskusi kasus yang relevan dengan dinamika kehidupan kampus.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, UGM berharap para dosen semakin siap menjadi bagian dari ekosistem kampus yang peduli kesehatan mental, responsif terhadap kondisi psikologis sivitas akademika, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan bersama. (DSDM/Adi).

